Final, Akomodir CPNS Tak Lolos SKD, Panselnas Ambil Peringkat Terbaik

By Ismail Marzuki 22 Nov 2018, 07:51:33 WIBFokus Daerah

Final, Akomodir CPNS Tak Lolos SKD, Panselnas Ambil Peringkat Terbaik

Keterangan Gambar : Menpan-RB, Syafruddin. Foto : http://kendaripos.co.id


Final. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) sudah memutuskan nasib calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang tak lolos seleksi kompetensi dasar (SKD). Intinya, tak ada penurunan passing grade. Tapi akan diambil peserta dengan nilai peringkat terbaik. Kebijakan ini disampaikan langsung Menpan-RB, Syafruddin. “Kita akan gunakan sistem rangking. Dengan mengambil peringkat terbaik,” ungkap Syafruddin usai bertemu Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan, Bogor, Rabu (21/11/2018). Mantan Wakapolri ini mencontohkan, jika dalam satu lembaga atau daerah punya kuota atau butuh 100 CPNS, maka akan diambil nilai terbaik sampai tiga kali lipat. Atau perengkingannya mulai 1 sampai 300.

“Mereka inilah nanti yang akan masuk seleksi tahap dua atau seleksi kompetensi bidang (SKB). Jadi, nanti dari 3 akan dipilih 1 yang lolos PNS. Kami anggap ini sebagai solusi terbaik,” jelasnya. Syafruddin mengaku, dalam mengambil kebijakan, pihaknya tidak menurunkan passing grade sebagaimana diwacanakan sebelumnya. “Kalau turunkan passing grade, SDM aparatur nanti kembali mundur. Kita ingin maju. Makanya sudah dirapatkan membahas bagaimana meningkatkan SDM Indonesia,” ungkapnya.

Sebagai dasar hukum, lanjut dia, pihaknya sudah menerbitkan PermenPAN No 38. PermenPAN tersebut tidak menganulir PermenPAN No 37 sebelumnya. Tapi justru memperkuat. PermenPAN baru tersebut sudah dilaporkan kepada Presiden Joko Widodo. “Sudah saya lapor ke Pak Presiden,” jelasnya.

Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik KemenPAN-RB, Mudzakir menambahkan, pihaknya mengambil langkah mengoptimalisasi pemenuhan kebutuhan formasi dengan cara mengambil peringkat terbaik dari hasil tes SKD. “Untuk optimalisasi pemenuhan kebutuhan formasi, mengambil peringkat terbaik,” tegas Mudzakir, Rabu (21/11/2018). Menurutnya, ada dua alasan sehingga pemerintah tidak akan menurunkan ambang batas nilai SKD. Alasan pertama adalah, proses tes SKD harus menghasilkan sumber daya manusia (SDM) khususnya Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berjiwa kompetitif, professional dan kredibel. Kriteria inilah yang akan menduduki pos-pos atau melayani masyarakat. Kedua, akan ada sekitar 200 ribu PNS yang akan pensiun di 2018. Sehingga di awal 2019 kebutuhan CPNS harus dipenuhi dengan standar kualitas yang ditetapkan pemerintah. “Jadi, sudah final. Panselnas gunakan sistem ranking untuk memenuhi kuota tersedia,” katanya.

Anggota Komisi II DPR RI, Azikin Solthan berharap pemerintah segera mengumumkan kelanjutan tes CPNS. Utamanya SKB. “Jangan membuat peserta terlalu lama menunggu,” ucapnya. Kata dia, persoalan passing grade harus menjadi bahan pembelajaran. Beratnya standar nilai yang ditetapkan mestinya harus dikaji secara mendalam sebelum tes digelar. (b/yog/hrm/fin)

Sumber : http://kendaripos.co.id



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook