Jelang Ramadhan, Harga Bawang Mulai Naik

By Ismail Marzuki 23 Apr 2018, 07:21:13 WIBEkonomi

Jelang Ramadhan, Harga Bawang Mulai Naik

Keterangan Gambar : TIM DINAS PERDAGANGAN KOLAKA SAAT BERBINCANG DENGAN PEDAGANG DI PASAR RAYA MEKONGGA. FOTO : LA INGA/KOLAKA POS


Menjelang bulan suci ramadhan, pedagang bawang eceran yang ada di Pasar Raya Mekongga Kabupaten Kolaka (PRM) mulai menaikan harga. Kenaikannyapun cukup signifikan bahkan hampir mencapai Rp 10 ribu perkilo. Kenaikan itu sudah berlangsung sekitar beberapa terakhir ini.

Untuk memastikan hal itu, Dinas Perindakop Kabupaten Kolaka langsung melakukanpengecekan harga. Kermarin, rombongan Dinas Perindakop Kolaka langsung menyambangi PRM untuk memastikannya.

Astuti, salah satu pedagang yang ditemui di pasar Raya Mekongga Kolaka mengatakan, dirinya saat ini menjual bawang merah dan bawang putih senilai Rp. 50 ribu perkilonya. Harga ini katanya, sudah berlaku sejak beberapa hari terakhir ini. “Sudah sekitar satu minggu pak kami menjual dengan harga itu. Kalau sebelumnya, kami menjual Rp. 35 ribu perkilonya. Baik itu bawang putih maupun bawang merah,” ungkapnya dihadapan rombongan Dinas Perindakop Kabupaten Kolaka saat melakukan sidak.

Lain halnya dengan Wati. Pedagang eceran bawang ini mengaku, dirinya menjual bawang putih dan merah Rp. 40-45 ribu perkilonya. Hal ini katanya, sudah berlangsung sekitar satu minggu. “Kalau sebelumnya yah, rata Rp. 35 ribu perkilonya pak. Tapi, sekarang sudah naik. Kami juga menjual pasti mengejar keuntunganlah pak. Masa hanya mau balikin modal. Kita jugakan butuh makan,” ungkapnya sambil tertawa dihadapan rombongan Dinas Perindakop.

Berdasarkan pengakuan kedua pedagang, naiknya harga bawang tersebut diakibatkan lantaran agak susahnya memperolehnya. Hal itu diakibatkan oleh cuaca buruk dan masa panen yang belum tiba dari Provinsi Sulawesi Selatan sebagai penyuplai bawang putih dan merah di Kabupaten Kolaka.

Tak puas dengan harga yang berbeda. Rombongan Dinas Perindakop Kabupaten Kolaka yang dipimpin oleh Mantan Humas Pemkab Kolaka itu, langsung mendatangi salah satu distributor penyalur bawang putih dan merah di wilayah PRM Kolaka.

Harganyapun berbeda. Hj. Niar mengatakan, pihaknya saat ini belum merasakan adanya kenaikan harga bawang. Baik itu bawang merah dan putih. Sebab, hingga kini belum ada kenaikan harga. Meski demikian, dalam menjual bawang di PRM, dirinya tetap membedakan harga antara pembeli masyarakat biasa dengan para pedagang yang ingin menjula kembali.

“Kalau pembeli biasa. Saya menjual bawang putih dan merah senilai Rp. 35 ribu perkilonya. Sementara untuk pembeli para pedagang eceran, saya menjualnya di bawah harga yakni, Rp. 30 ribu perkilonya. Stok bawang kami juga masih banyak pak. Jadi, saya bisa pastikan di PRM Kolaka tidak akan kekurangan stok hingga ramadhan nanti,” tuturnya di waktu yang sama.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Kabupaten Kolaka, Kamal Arief mengatakan, pihaknya tidak kaget dengan kenaikan harga di PRM. Sebab, hal ini katanya sudah terjadi hampir setiap tahun pasca memasuki bulan suci ramadhan. Ia juga mengaku, meski pihaknya memiliki wewenang. Tapi sesama manusia yang mencari rejeki dengan cara-cara yang halal, tidak bisa melarang para pedagang eceran untuk menaikan harga. Lagi pula katanya, para pembeli sudah pintar dan bisa membedakannya sebelum dilakukan transaksi jual beli. “Yang jelas, kami tetap memantaunya untuk tidak menaikan harga sewajarnya. Begitu juga dengan penimbunan sembako, kalau ada yang kami temukan, proses hukum akan berjalan,” katanya.(ing)

Sumber : https://kolakaposnews.com/



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook