Kolaka Dilanda Angin Kencang, Nelayan Kolaka tak Melaut

By Ismail Marzuki 12 Feb 2018, 06:07:31 WIBEkonomi

Kolaka Dilanda Angin Kencang, Nelayan Kolaka tak Melaut

Keterangan Gambar : Ilustrasi. Foto : https://kolakaposnews.com/


Angin kencang disertai gelombang tinggi akhir-akhir ini kembali melanda wilayah pesisir Kabupaten Kolaka. Akibatnya, nelayan tidak melaut karena adanya cuaca buruk yang tidak bersahabat, sehingga
perahu kecil milik nelayan hanya ditempatkan begitu saja di pinggir laut dan sejumlah nelayan terlihat mengisi waktu luang dengan memperbaiki jaring maupun perahu mereka.

Salah seorang nelayan setempat, Daeng Ali, mengakui, angin kencang yang memicu tingginya gelombang di laut sebenarnya telah terjadi sejak lebih beberapa minggu terakhir ini. Hal ini diakibatkan karena sudah memasuki masa pancaroba (peralihan) dari musim kemarau ke musim penghujan seperti sekarang. Makanya kondisi cuaca sulit untuk diprediksi.

“Sudah beberapa minggu ini saya sudah tidak melaut karena angin kencang disertai gelombang tinggi, ” ungkapnya.
Ia mengatakan, dirinya bersama nelayan lainnya tidak melaut karena khawatir mengalami kecelakaan akibat terjangan angin kencang dan gelombang tinggi jika memaksakan diri untuk melaut. Karena itu, dia memilih untuk beristirahat sementara waktu menunggu cuaca membaik. Selain itu katanya, dalam kondisi seperti ini, ikan di perairan juga sulit untuk ditangkap. Akibatnya, modal yang telah dikeluarkan tidak seimbang dengan hasil tangkapan yang dibawa pulang. Meski demikian, ada juga beberapa nelayan yang nekat untuk melaut.

“Adajuga ki pak yang melaut. Tapi, hasilnya sangat sedikit. Karena perginya tidak jauh-jauh. Itupun hanya untuk konsumsi sendiri,” tambahnya.

Sama halnya dengan Yusuf. Nelayan asal Kolokaasi ini menuturkan. Pihaknya sudah beberapa minggu tidak melaut akibat cuaca buruk, sehingga saat ini dimaanfaatkan untuk memperbaiki perahu dan alat tangkap ikan. Bahkan katanya, nelayan lainnya ada yang berpindah profesi untuk sementara waktu demi menyambung hidup. Yakni sebagai tukang ojek dan menjadi buruh bangunan. ” Ini terjadi hampir tiap tahun demi menyambung hidup. Itupun, bagi mereka (nelayan red) yang masih kuat bekerja. Tapi, kalau seperti saya ini yang sudah tua. Kebanyakan hanya memperbaiki perahu dan alat tangkap ikan sambil menunggu cuaca bagus,” tuturnya.

Sementara itu, berdasarkan pantauan wartawan Koran ini, ketika angin kencang dan gelombang laut naik, air laut bisa naik sampai dipinggir jalan. Khususnya yang ada di pantai mandra dan pantai berti. Pengunjung pantaipun yang biasa selalu ramai, akhir-akhir ini mulai sepi. Hal yang sama juga terjadi di tugu coklat. (ing/hen)

Sumber : https://kolakaposnews.com



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook