RDP DJL dan Warga Tanggetada Nyaris Ricuh

By Ismail Marzuki 21 Mar 2018, 08:59:13 WIBFokus Daerah

RDP DJL dan Warga Tanggetada Nyaris Ricuh

Keterangan Gambar : SUASANA RDP YANG NYARIS RICUH. Foto : https://kolakaposnews.com


Tuntutan warga terhadap PT.Damai Jaya Lestari yang tak kunjung menemui titik terang, nyaris memakan korban. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi III DPRD Kolaka, PT.DJL dan warga pemilik lahan, seorang notaris pendukung DJL nyaris jadi bulan-bulanan massa andai tidak dilerai satuan pengamanan.

RDP yang berlangsung Senin (19/3) di aula rapat gedung DPRD Kolaka itu, merupakan lanjutan dari aksi warga pada pekan lalu. Warga yang mengatasnamakan Forum Masyarakat Tanggetada Bersatu menuntut tiga hal terhadap DJL. Tuntutan warga yakni pembatalan Keputusan mutasi terhadap salah satu karyawan bernama Tamrin ke perkebunan lain, kenaikan gaji dan bagi hasil lahan yang selama ini dianggap tidak masuk akal.

Saat RDP tersebut, Sainuddin, salah seorang dari kubu DJL yang mengaku sebagai notaris, mencoba memberikan penjelasan mengenai kepemilikan lahan. Namun belum sempat berbicara panjang lebar, warga sudah mengintimidasi dan mendekati Sainuddin. “Siapa kamu? Mau bicara disini,” teriak warga sembari mendekati Sainuddin. Beruntung satuan pengamanan dari Polres Kolaka dan Satpol PP dapat meredakan emosi warga, sekaligus mengevakuasi Sainuddin ke luar.

Keributan tak hanya reda sampai disitu, beberapa kali warga memukul meja rapat sambil berteriak menolak putusan General Manager PT.DJL, Rindu Sagala. Untungnya ketua dan anggota Komisi III dapat menenangkan warga sehingga keributan bisa teratasi. “Jadi kami minta tiga tuntutan tersebut bisa direalisasikan, terutama tuntutan pertama, karena kalau tidak, persoalan lain akan muncul,” terang Ramadhan, juru bicara warga.

Manajemen PT.DJL mengatakan persoalan mutasi telah menjadi keputusan perusahaan. “Ini sudah keputusan perusahan, jalani dululah sampai enam bulan, ini murni penyegaran. Terkait hal lainnya, itu nanti kita akan bicarakan karena saya ini baru satu bulan bertugas pada Februari lalu,” terang Rindu Sagala dalam RDP tersebut.

Mendegar keputusan itu, warga kembali marah dan mengancam akan mengambil alih lahan mereka dan mengusir siapapun yang berada di lahan mereka.

Beberapa anggota Komisi III DPRD juga menyarankan agar GM PT.DJL Rindu Sagal dapat mempertimbangkan tuntutan warga tersebut. “Kalau saya pak GM tolong dipertimbangkan juga terkait mutasi ini, kasian mereka yang dipisahkan antar suami dan istri, jadi gunakan norma dalam masyarakat ini,” tutur Muh. Ajib Madjib dalam RDP tersebut.

RDP tersebut juga sempat diskors oleh Ketua Komisi III DPRD Kolaka, Syaifullah Khalik karena tidak adanya titik temunya terkait tuntutan warga tersebut. RDP berakhir setelah diadakan lobi-lobi dan pihak perusahaan menandatangani pernyataan bahwa tuntutan warga tersebut akan diputuskan dalam sepekan setelah pihak Management PT. DJL berkoordinasi dengan direktur perusahaan, dan rencananya RDP akan digelar kembali pada Senin pekan depan. (cr4/b)

Sumber : https://kolakaposnews.com



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook