Sambut Revolusi Industri 4.0, Mendikbud Maksimalkan Pendidikan Vokasi

By Ismail Marzuki 06 Nov 2018, 12:22:13 WIBPendidikan

Sambut Revolusi Industri 4.0, Mendikbud Maksimalkan Pendidikan Vokasi

Keterangan Gambar : Mendikbud RI, Muhadjir Effendi. Foto : http://kendaripos.co.id


Dunia digital telah menjadi bagian tak terpisahkan pada sektor usaha dan industri. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meresponsnya dengan memaksimalkan pengembangan dan penguatan pendidikan vokasi. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy mengungkapkan hal tersebut. Menurut dia, Indonesia dengan populasi penduduk terbesar keempat dunia memiliki struktur populasi relatif muda.

“Potensi ini kita berusaha mendapatkan manfaat dengan meningkatkan kualitas tenaga kerja yang terampil melalui pendidikan berkualitas,” ujarnya di Kemendikbud, Jumat (2/11/2018). Kata Muhadjir, revolusi industri keempat membuat peran generasi muda sangat penting saat ini. Ini jika melihat meningkatnya pasokan tenaga kerja terampil dengan kualifikasi dan kompetensi di tingkat ASEAN yang sangat kompetitif.

“Di sinilah kita harus menentukan desain pengembangan dan membawa pendidikan vokasi ke arah yang lebih baik, di tingkat pendidikan menengah maupun pendidikan tinggi,” kata Muhadjir. Dia mengungkapkan, saat ini strategi Indonesia dalam menyiapkan tenaga terampil lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) beralih pada kebutuhan industri telah disiapkan. Di antaranya penyusunan kurikulum dan peran serta industri sebagai calon pengguna, semakin ditingkatkan.

“Hal ini berlaku baik di tingkat nasional, regional, maupun internasional. Diharapkan lulusan SMK semakin siap menghadapi dunia profesional di era keterbukaan pasar kerja dan revolusi industri keempat. Karena itu kurikulum 60 persen ditentukan dunia usaha. Kemudian proses belajar mengajar juga lebih banyak pada praktik di dunia usaha dan dunia industri,” jelasnya.

Sementara itu di tempat terpisah, Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, berkata perkembangan teknologi dan transformasi digital yang diintegrasikan ke sektor industri akan membutuhkan tenaga kerja yang cakap. Olehnya, dia berharap pendidikan vokasi bisa menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan pasar kerja. “Sejumlah industri nasional telah memasuki era revolusi 4.0. Tentu ini akan membuat pasar dunia kerja akan semakin kompetitif. Keterampilan mereka dalam dunia teknologi sangat dituntut,” pungkasnya. (rdi/fin)

Sumber : http://kendaripos.co.id



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook