Santri Diharapkan jadi Pionir Perdamaian

By Ismail Marzuki 24 Okt 2018, 07:27:21 WIBAgama

Santri Diharapkan jadi Pionir Perdamaian

Keterangan Gambar : UPACARA HARI SANTRI NASIONAL YANG DIGELAR DI HALAMAN PONDOK PESANTREN ALMAWADDAH WARRAHMAH, SENIN (22/10). Foto : https://kolakaposnews.com/


Bupati Kolaka, H Ahmad Safei menjadi inspektur upacara (Irup) Hari Santri Nasional yang digelar di Halaman Pondok Pesantren Almawaddah Warrahmah pada Senin (22/10).

Dalam kesempatan itu, Ahmad Safei membacakan sambutan Menteri Agama, Lukman Hakim Syaifuddin. Dimana hari santri tahun ini mengusung tema Bersama Santri Damailah Negeriku.

 

Isu perdamaian ini sengaja diangkat sebagai respon atas kondisi bangsa Indonesia yang saat ini tengah menghadapi berbagai persoalan, seperti maraknya hoax, ujaran kebencian polarisasi simpatisan politik hingga ancaman terorisme. “Hari Santri tahun ini merupakan momentum untuk mempertegas peran santri sebagai pionir perdamaian yang berorientasi pada spirit modernisasi Islam di Indonesia. Dengan karakter kalangan pesantren yang moderat, toleran dan komitmen cinta tanah air diharapkan para santri semakin vokal untuk menyuarakan dan meneladankan hidup damai serta menekan lahirnya konflik ditengah-tengah keragaman masyarakat,” papar Safei saat membacakan sambutan Menteri Lukman.

Kemudian, secara khusus 01 Kolaka itu mengungkapkan bahwa letak Kabupaten Kolaka sebagai daerah strategis karena berada di lintasan berbagai daerah lain di Sultra maupun Sulsel menjadi perhatian pemerintah. Pasalnya daerah lintas tidak hanya memberikan dampak positif bagi wilayah tersebut tetapi juga dampak negatif.  Sebab, dengan menjadi daerah lintas, suatu daerah sangat berpotensi menjadi sasaran peredaran narkoba.

 

“Kabupaten Kolaka ini adalah zona merah peredaran narkoba. Untuk itu, kami mengingatkan kepada para generasi kita untuk mengetahui bahaya narkoba dan menjauhinya,” pesan Safei kepada peserta upacara.

Menurut Safei, narkoba saat ini tidak hanya menyasar kalangan dewasa tetapi juga kalangan pelajar, bahkan hingga ke tingkat SD. Untuk itu, dirinya mengingatkan para santri untuk tidak terjerumus kedalam penggunaan atau pun peredaran barang terlarang itu.

“Kami mempunyai tim dan setiap tiga bulan kami lakukan evaluasi. Bahwa narkoba ini menyasar anak SD bahkan juga pondok pensantren. Jadi hati-hati bagi para santri jika ada yang tawarkan obat begadang. Apalagi sekarang psikotropika ini banyak bentuknya. Jadi salah satu cara yang dilakukan oleh para santri agar terhindar dari narkoba yaitu meningkatkan iman dan takwa,” ujarnya.

Untuk diketahui, dalam upacara itu dihadiri sejumlah pejabat teras Pemda Kolaka, di antaranya Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kolaka, H Muh Bakri, Kabag Humas dan Protokol, Amri. Turut pula Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Kolaka beserta jajarannya. Tak ketinggalan para pejabat dan puluhan santri Ponpes Almaddah Warahma Kolaka. (kal)

Sumber : https://kolakaposnews.com/



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook