Tahun Depan Anggaran PKH Naik, Keluarga Miskin Bisa Dapat Rp 3 Jutaan

By Ismail Marzuki 26 Okt 2018, 13:26:04 WIBEkonomi

Tahun Depan Anggaran PKH Naik, Keluarga Miskin Bisa Dapat Rp 3 Jutaan

Keterangan Gambar : Pemerintah berjanji meningkatkan dana PKH tahun depan. Bagi warga miskin yang punya balita dan anak sekolah, berpeluang mendapat jatah Rp 3 jutaan tiap tahun. Tampak salah warga penerima PKH di Langara, Konkep. Foto: LM Syuhada Ridzky/Kendari Pos


Kabar gembira bagi keluarga miskin atau yang masuk sasaran Program Keluarga Harapan (PKH). Mulai tahun depan, berlaku skema baru dalam pengucuran uang PKH. Duit yang diterima keluarga penerima manfaat (KPM) tidak lagi flat atau dipukul rata. Bakal ada keluarga yang mendapatkan uang PKH dengan nominal naik berlipat dibanding tahun ini.

Seperti diketahui, tahun ini besaran uang PKH dipatok Rp 1.890.000/keluarga. Total ada 10 juta sasaran penerima PKH. Tahun depan, sasaran PKH tetap 10 juta keluarga. Tetapi anggarannya naik dari Rp 19,4 triliun tahun ini, menjadi Rp 34,4 triliun. Naiknya jumlah anggaran PKH disampaikan Dirjektur Jenderal (Dirjen) Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Kemensos, Harry Hikmat.

Dia mengatakan, dalam skema baru, setiap keluarga sasaran PKH mendapatkan kucuran dana berbeda-beda. “Kami terapkan model indeks,” ujar Harry di kantor Kemensos, Kamis (25/10). Indeks tersebut terkait dengan komponen kesehatan dan pendidikan.

Menurutnya, bagi keluarga penerima program PKH yang memiliki balita, maka berhak mendapatkan Rp 2,4 juta/tahun. Nilai ini bisa bertambah lagi jika ada anggota keluarga atau anak yang bersekolah. Misalnya, kalau ada anggota keluarga yang duduk di SD, mendapatkan Rp 900 ribu/tahun. Bagi yang SMP sebesar Rp 1,5 juta/tahun dan SMA sebesar Rp 2 juta/tahun. “Jadi, tiap keluarga penerima PKH bisa mendapatkan bantuan Rp 3 jutaan,” jelasnya.

Harry menambahkan, kucuran dana untuk setiap KPM bersifat kumulatif. Misalnya ada anak yang masih balita dan ada anak yang SMP, maka tinggal dijumlahkan. “Syaratnya anaknya benar-benar sekolah,” kata Harry yang dalam kesempatan itu didampingi Mensos Agus Gumiwang Kartasasmita.

Dia menegaskan, uang PKH untuk anggota keluarga yang masih sekolah itu berbeda dengan uang Program Indonesia Pintar (PIP) yang ada di Kemendikbud. Harry berharap dengan adanya indeks dalam pengucuran PKH, diharapkan bisa menambah besaran uang yang diterima. “Selama ini dinilai masih belum nendang,” ucapnya. Harry menjelaskan, tambahan besaran uang PKH itu diharapkan bisa meningkatkan daya beli masyarakat. Kemensos menargetkan tahun depan uang PKH sudah bisa dicairkan sejak Januari.

    

COMMENTS

 

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) memastikan angka kemiskinan semakin turun. Capain itu merupakan bagian dari kerja kera pemerinta Joko Widodo dan Jusuf Kalla selama 4 tahun terakhir. Data BPS menunjukan jumlah penduduk miskin di Indonesia per Maret 2018 adalah 25,95 juta penduduk, turun 630 ribu penduduk dibandingkan September 2017 sebesar 26,58 juta penduduk. Presentase penurunan kemiskinan turun menjadi 9,82 persen dari 10,12 persen pada September 2017.

Penurunan angka kemiskinan menurut BPS akibat dari penerimaan bantuan sosial (bansos) yang meningkat sampai 87,6 persen dan diterima tepat waktu. Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita menjelaskan, tekad pemerintah untuk terus menekan angka kemiskinan ini telah disampaikan presiden dalam sidang tahunan DPR/MPR Agustus lalu.

Pada saat pidato kenegaraan HUT RI ke-73 dihadapan DPR dan DPD, Presiden menyampaikan bahwa peningkatan pelayanan sosial dasar terhadap warga negara merupakan upaya pemerintah dalam pengurangan kemiskinan dan permasalahan gizi buruk (stunting). “Kedua program ini menjadi salah satu dari lima point utama pembangunan manusia pada tahun 2019,” ungkaps Agus Gumiwang.

Keberhasilan pemerintah dalam menekan angka kemiskinan, dikatakan Mensos tidak lepas dari strategi berkesinambungan pemerintahan Jokowi-JK sejak dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI. Lewat berbagai strategi penurunan angka kemiskinan pun disusun pemerintah seperti penambahan jumlah penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH).

Tahun 2018, misalnya, tercatat penerima Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebanyak 92,4 juta jiwa. Sedangkan penerima manfaat Program Keluarga Harapan sebanyak 10 juta jiwa. Pada tahun 2019 nanti, angka penerima JKN bertambah menjadi 96,8 juta jiwa dan indeks bantuan sosial KPM PKH meningkat hingga 100 persen sesuai dengan kondisionalitas keluarga. (wan)

Sumber : http://kendaripos.co.id



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

PROFIL

Bupati Kabupaten Kolaka

User Avatar

PROFIL

Wakil Bupati Kabupaten Kolaka

User Avatar

Temukan juga kami di

Jejak Pendapat

Banagimana menurut anda tentang pembangunan di kabupaten kolaka ?
  Sangat Baik
  Baik
  Cukup
  Kurang