Warga Hakatutobu Tuntut Komitmen PT AMM

By Ismail Marzuki 13 Nov 2018, 12:01:14 WIBHukum

Warga Hakatutobu Tuntut Komitmen PT AMM

Keterangan Gambar : JALUR MASUK JETY PT PMS YANG SEMPAT DIBLOKADE OLEH WARGA HAKATUTOBU. IST/KOLAKA POS


Polemik pertambangan di Kolaka seakan tak berujung. Kemarin (9/11), warga desa Hakatutobu, kecamatan Pomalaa, kabupaten Kolaka, berunjuk rasa dengan memblokade jalan masuk Jety PT. Putra Mekongga Sejahtera (PMS), yang saat ini digunakan oleh PT. Asia Mining Mineral (AMM) mengangkut bijih nikel (ore).

Warga menuntut PT. AMM menepati janji dan komitmen dengan masyarakat desa Hakatutobu secara adil dan transparan. Kemudian memberikan kesempatan berusaha kepada masyarakat desa Hakatutobu, serta hentikan monopoli usaha oleh orang tertentu di dalam perusahaan yang akan menimbulkan konflik sesama warga. Selanjutnya, meminta elit desa untuk tidak arogan membela perusahaan, seakan-akan elit desa adalah pekerja perusahaan tambang yang siap menangkap jika warganya ada yang mengkritisi perusahaan tambang.

“Kita disini melakukan aksi demi kepentingan masyarakat. PT. AMM juga melakukan pembohongan dengan masyarakat Hakatutobu, yang katanya akan memberikan kompensasi kepada masyarakat desa Hakatutobu,” kata salah satu Korlap aksi, Asep Solihin.
Selain itu, hingga saat ini PT. AMM yang sudah melakukan aktifitas hampir satu tahun, namun tidak ada CSR untuk masyarakat Hakatutobu.

“PT. AMM hanya memperhatikan elit tertentu, dan masyarakat hanya menikmati lumpur dan debu dari aktifitas pertambangan. Kami menuntut PT. AMM untuk berpihak pada masyarakat Hakatutobu,” katanya.

Di tempat yang sama, LSM Forsda Jabir Lahukuwi, mempertanyakan komitmen PT. AMM dalam pengelolaan lingkungan. Apalagi menurutnya, yang diketahui memiliki kuota ekspor ore adalah PT Toshida Indonesia, namun PT AMM ikut melakukan pengiriman keluar negeri dengan “menempel” di PT PMS.

“AMM katanya mau memperhatikan masyarakat desa Hakatutobu, tapi kenyataan di lapagan tidak seperti itu. Masyarakat Hakatutobu hanya menikmati tanah merah, kemudian perusahaan (PT AMM, red) asyik menghitung uang merah,” tegasnya.

Sementara itu, Manager Operasional PT. AMM, Syamsuddin menjelaskan, untuk permasalahan yang diutarakan oleh masyarakatHakatutobu sebenarnya sudah ada jalan penyelesaian dari awal. Karena itu ia merasa heran karena masih ada masalah lagi yang datang, terkait Perusahaan Bongkar Muat (PBM), Corporate Social Responsibility (CSR) dan penerimaan pekerja lokal dari desa Hakatutobu.

“Semua sudah jelas, masalah PBM yang ada saat ini sudah bekerja dan penunjukan sudah sesuai dengan prosedur. Kemudian mengenai CSR yang hingga saat ini belum ada itu betul, namun kedepannya PT AMM akan melakukan koordinasi dengan pemerintah desa Hakatutobu, untuk melakukan penelusuran lokasi yang mungkin bisa dibangun sebagai CSR PT AMM. Seperti pembangunan drainase atau yang lainnya. Masalah yang terakhir adalah mengenai perekrutan tenaga kerja yang katanya tidak berpihak kepada masyarakat Hakatutobu. Itu sepertinya keliru, pasalnya ada sekitar 30 lebih masyarakat Hakatutobu yang bekerja di PT. AMM saat ini,” katanya.

Lanjut ia mengatakan, dengan adanya pertemuan tersebut nantinya PBM yang dijadikan mitra oleh PT. AMM harus bersedia memberikan dana tunai kepada wadah yang akan dibentuk di desa Hakatutobu. Setelah dana tersebut terkumpul, maka pengelola akan membagikan ke masyarakat Hakatutobu. Kemudian mengenai tenaga kerja lokal desa Hakatutobu PT. AMM juga akan membuat kebijakan agar pekerja yang berasal dari Hakatutobu bisa bergantian satu sama lain.

“Yang terakhir adalah masalah CSR, pastinya kita akan melihat kebutuhan desa. Mana yang bisa dibangun oleh AMM, kami pastikan AMM akan mengelontorkan CSR untuk desa Hakatutobu,” tutupnya.

Untuk diketahui, setelah melakukan pertemuan antara warga dengan pihak perusahaan, di Balai Desa Transmingrasi Hakatutobu, warga membubarkan diri dengan damai dan aktifitas perusahaan kembali normal setelah jalan masuk ke Jety untuk pengangkutan ore diblokade warga. (k9/b/hen)

Sumber : https://kolakaposnews.com



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook