Back to homepage

Pendidikan

Melek Aksara

Melek aksara juga dapat diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan bahasa dan menggunakannya untuk mengerti sebuah bacaan, mendengarkan perkataan, mengungkapkannya dalam bentuk tulisan, dan berbicara. Dalam perkembangan modern kata ini lalu diartikan sebagai kemampuan untuk membaca dan menulis pada tingkat yang baik untuk berkomunikasi dengan orang lain, atau dalam taraf bahwa seseorang dapat menyampaikan idenya dalam masyarakat yang mampu baca-tulis, sehingga dapat menjadi bagian dari masyarakat tersebut. Tingkat melek aksara lazim disajikan dalam bentuk persentase. Khusus untuk Kabupaten Kolaka, kecenderungannya dapat terlihat dalam Grafik

Persentase Melek Aksara di Kabupaten Kolaka

Organisasi PBB untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan (UNESCO) mendefinisikan melek aksara sebagai kemampuan untuk mengidentifikasi, mengerti, menerjemahkan, membuat, mengkomunikasikan dan mengolah isi dari rangkaian teks yang terdapat pada bahan-bahan cetak dan tulisan yang berkaitan dengan berbagai situasi. Kemampuan baca-tulis dianggap penting karena melibatkan pembelajaran berkelanjutan oleh seseorang sehingga orang tersebut dapat mencapai tujuannya, dimana hal ini berkaitan langsung bagaimana seseorang mendapatkan pengetahuan, menggali potensinya, dan berpartisipasi penuh dalam masyarakat yang lebih luas.

Banyak analis kebijakan menganggap angka melek aksara adalah tolak ukur penting dalam mempertimbangkan kemampuan sumber daya manusia di suatu daerah. Hal ini didasarkan pada pemikiran yang berdalih bahwa melatih orang yang mampu baca-tulis jauh lebih murah daripada melatih orang yang buta aksara, dan umumnya orang-orang yang mampu baca-tulis memiliki status sosial ekonomi, kesehatan, dan prospek meraih peluang kerja yang lebih baik. Argumentasi para analis kebijakan ini juga menganggap kemampuan baca-tulis juga berarti peningkatan peluang kerja dan akses yang lebih luas pada pendidikan yang lebih tinggi.

Lama Sekolah

Selain pada melek aksara, indikasi perbaikan pendidikan di Kabupaten Kolaka juga terlihat dari rata-rata lamanya masa pendidikan. Grafik 6.6 menunjukkan berapa lama pendidikan yang ditemput oleh rata-rata penduduk di Kabupaten Kolaka.  Kecenderungan grafik memperlihatkan bahwa wajib belajar 9 tahun sebenar lagi akan dicapai oleh rata-rata penduduk di kabupaten ini.

 Rata-rata Lama Sekolah (dalam Tahun)

Partisipasi Sekolah

Angka partisipasi sekolah di Kabupaten Kolaka terus menunjukkan peningkatan. Meski di jenjang Sekolah Menengah Atas baru mencapai titik 50 persen, tetapi trend yang terjadi bergerak naik seperti yang terlihat dalam Grafik 6.7. Angka Partisipasi Sekolah (APS) merupakan ukuran daya serap lembaga pendidikan terhadap penduduk usia sekolah. APS merupakan indikator dasar yang digunakan untuk melihat akses penduduk pada fasilitas pendidikan khususnya bagi penduduk usia sekolah. Semakin tinggi Angka Partisipasi Sekolah semakin besar jumlah penduduk yang berkesempatan mengenyam pendidikan.

  Angka Partisipasi Sekolah di Kabupaten Kolaka