Bupati Kolaka Serap Aspirasi Mahasiswa dan Organisasi Kepemudaan: Bahas Ketenagakerjaan, Pendidikan dan Buruh
Bupati Kolaka Serap Aspirasi Mahasiswa dan Organisasi Kepemudaan: Bahas Ketenagakerjaan, Pendidikan dan Buruh.
Kolaka – Bupati Kolaka, H. Amri, S.STP., M.Si, menghadiri dialog bersama mahasiswa dan sejumlah organisasi kepemudaan di Cafe Hafidzah yang berlangsung pada malam hari ini. Minggu, (08/06)
Kegiatan tersebut menjadi wadah penyampaian aspirasi sekaligus diskusi terbuka mengenai berbagai isu strategis, khususnya di bidang ketenagakerjaan, perlindungan buruh, dan pendidikan.
Dalam dialog tersebut, Bupati Kolaka didampingi oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kolaka Israfil Sanusi Caco, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Bagian Kesra serta bagian prokopim.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai organisasi mahasiswa dan kepemudaan, di antaranya Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Sembilanbelas November Kolaka (BEM-USN), PMII Cabang Kolaka, HIPPMA-KOLSEL, Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM-USN), seluruh BEM fakultas di lingkungan USN Kolaka, KOMPAS Kolaka, Himpunan Mahasiswa Administrasi Publik (HIMAP), Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HIMAS), serta perwakilan Maxim.
Dalam suasana dialog yang berlangsung interaktif, para peserta menyampaikan 11 poin tuntutan kepada pemerintah daerah dan pihak terkait. Beberapa isu yang menjadi perhatian utama meliputi dorongan pembentukan Peraturan Daerah tentang perlindungan tenaga kerja lokal, penyesuaian upah secara berkala sesuai kondisi ekonomi masyarakat, pembayaran gaji pekerja tepat waktu, pengawasan ketat terhadap proses pemutusan hubungan kerja (PHK), serta evaluasi penerapan Upah Minimum Kabupaten (UMK) yang transparan dan berkeadilan.
Selain itu, peserta dialog juga meminta peningkatan pengawasan perusahaan melalui inspeksi rutin oleh Disnakertrans dan instansi terkait guna menjamin keselamatan serta kesejahteraan pekerja.
Pada sektor pendidikan, mahasiswa menyampaikan aspirasi terkait peningkatan kesejahteraan guru honorer dan kepastian status kerja mereka. Selain itu, mahasiswa mendorong lahirnya Peraturan Daerah tentang Beasiswa Pemerintah Daerah Kabupaten Kolaka, optimalisasi anggaran pendidikan oleh pemerintah pusat, serta percepatan rehabilitasi dan pembangunan infrastruktur sekolah di berbagai wilayah Kabupaten Kolaka.
Dialog juga membahas permintaan kepada DPRD Kabupaten Kolaka untuk segera melakukan rapat dengar pendapat (RDP) bersama pihak Maxim Kolaka terkait aspirasi yang sebelumnya telah disampaikan oleh KDMF. Selain itu, mahasiswa meminta kejelasan terkait pembentukan Panitia Khusus (Pansus) yang menangani persoalan ketenagakerjaan dan kesejahteraan buruh di Kabupaten Kolaka.
Menanggapi berbagai aspirasi yang disampaikan, Bupati Kolaka menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kolaka membuka ruang komunikasi dan partisipasi seluas-luasnya bagi mahasiswa serta masyarakat dalam pembangunan daerah.
“Masukan yang disampaikan menjadi bahan penting bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang berpihak pada kepentingan masyarakat.” Ujarnya
Bupati juga menyampaikan bahwa sejumlah isu yang menjadi kewenangan pemerintah daerah akan ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan perangkat daerah terkait, sementara aspirasi yang menjadi kewenangan pemerintah pusat akan diteruskan melalui jalur dan mekanisme yang berlaku.
Dialog tersebut berlangsung dengan suasana kondusif dan penuh semangat kebersamaan.
Pemerintah Kabupaten Kolaka berharap sinergi antara pemerintah, DPRD, mahasiswa, organisasi kepemudaan, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat dapat terus terjalin dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat serta pembangunan daerah yang berkelanjutan.





















